Benomyl dan karbendazim
1. Tinjauan Kimia
- benomyl:Benomyl adalah obat sistemik fungisida benzimidazole yang cepat terurai menjadi karbendazim (metabolit aktifnya) bila diaplikasikan pada tanaman.
- Karbendazim: Langsung fungisida benzimidazole yang sering dianggap sebagai turunan aktif benomyl. Zat ini diaplikasikan langsung ke tanaman dan tanah untuk mengendalikan penyakit jamur.
Kedua bahan kimia tersebut termasuk dalam golongan metil benzimidazol karbamat (MBC) kelompok, yang menghambat pertumbuhan jamur dengan menargetkan β-tubulin protein, mencegah pembelahan sel.
| Fitur | benomyl | Karbendazim |
|---|---|---|
| Kelas Kimia | Benzimidazol | Benzimidazol |
| Mode aksi | Dipecah menjadi karbendazim | Aktif langsung sebagai fungisida |
| Penyakit Sasaran | Penyakit embun tepung, bercak daun, antraknosa | Fusarium, embun tepung, penyakit busuk daun |
| Penyerapan | Sistemik | Sistemik |
| Penggunaan Utama | Pengendalian pra dan pasca infeksi | Pengendalian pra dan pasca infeksi |
| Status Pengaturan | Dilarang/dibatasi di banyak negara | Dibatasi di beberapa wilayah |
2. Cara Kerja Benomyl dan Carbendazim
Kedua fungisida tersebut bekerja dengan cara menghambat mitosis jamur (pembelahan sel) pada tingkat molekuler. Secara khusus, mereka mengganggu produksi protein tubulin penting untuk perkembangan sel jamur, menghentikan pertumbuhan dan reproduksi jamur.
Aksi Benomyl
- Benomyl diaplikasikan pada tanaman, di mana ia dengan cepat diubah menjadi karbendazim di tanaman atau tanah.
- Ini adalah pro-fungisida, artinya memerlukan konversi untuk menjadi aktif.
- Memberikan tindakan sistemik, melindungi tanaman dari dalam.
Aksi Karbendazim
- Karbendazim sudah aktif secara biologis, membuatnya efektif segera setelah pengaplikasian.
- Ini diserap oleh tanaman dan diangkut ke daerah infeksi, menawarkan preventif ke penyembuhan pengendalian penyakit jamur.
3. Kegunaan Benomyl dan Carbendazim
Kedua fungisida tersebut digunakan untuk mengendalikan berbagai penyakit jamur di bidang pertanian, tetapi karbendazim lebih umum digunakan saat ini karena pembatasan regulasi pada benomil.
Kegunaan Benomyl
Sebelum pembatasannya yang meluas, benomyl digunakan untuk mengendalikan penyakit jamur pada:
- Buah-buahan: Apel, jeruk, dan anggur (misalnya, embun tepung, bercak hitam).
- Sayur-sayuran: Tomat, mentimun, dan paprika.
- Tanaman Hias: Mawar dan semak belukar.
- Tanaman Lapangan: Kacang kedelai, kacang tanah, dan sereal (misalnya, karat, bercak daun).
Benomyl efektif untuk perawatan benih, aplikasi daun, dan perawatan tanah.
Penggunaan Karbendazim
Karbendazim masih digunakan hingga saat ini (meskipun dibatasi di beberapa wilayah) dan diterapkan secara luas untuk:
- Buah-buahan dan sayur:
- Kontrol embun tepung, hawar, dan antraknosa pada tanaman seperti apel, pisang, tomat, dan anggur.
- Tanaman Lapangan:
- Digunakan dalam sereal, gandum, kedelai, dan kapas untuk melawan Fusarium, karat, dan bercak daun penyakit.
- Perawatan Benih:
- Karbendazim diaplikasikan sebagai perawatan benih untuk melindungi terhadap patogen dan penyakit yang ditularkan melalui tanah seperti membusuk akar ke redaman.
- Tanaman Hias:
- Digunakan untuk melindungi bunga, seperti mawar, dari embun tepung ke bintik hitam.
4. Kelebihan dan Kekurangan
Keunggulan Benomyl dan Carbendazim
- Aksi Sistemik: Kedua fungisida tersebut bergerak di dalam tanaman untuk perlindungan menyeluruh.
- Kontrol Spektrum Luas: Efektif melawan berbagai penyakit jamur seperti embun tepung, karat, dan hawar.
- Pencegahan dan Pengobatan:Kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan untuk pengobatan pencegahan dan penyembuhan dini.
Kekurangan
- Perkembangan Perlawanan:Penggunaan benzimidazole dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan resistensi jamur, mengurangi efektivitas jangka panjang.
- Masalah lingkungan: Residu dapat bertahan di tanah dan air, sehingga berdampak pada ekosistem.
- Batasan Peraturan:
- benomyl: Dilarang atau dibatasi di banyak negara, termasuk AS dan Uni Eropa, karena kekhawatiran tentang toksisitas.
- Karbendazim: Masih diperbolehkan di beberapa wilayah tetapi di bawah peraturan ketat karena potensi risiko kesehatan.
Kesimpulan: Benomyl vs Carbendazim
Sementara benomil ke karbendazim memiliki cara kerja yang sama dan menargetkan penyakit jamur secara efektif, perbedaan dan status regulasinya penting untuk dipertimbangkan:
- benomyl: Dulunya merupakan fungisida yang populer tetapi sekarang dilarang di banyak wilayah karena masalah lingkungan dan kesehatan.
- Karbendazim: Alternatif yang lebih banyak digunakan yang menawarkan pengendalian sistemik dan pengelolaan penyakit berspektrum luas tetapi sedang dalam pengawasan regulasi.
Aplikasi Terbaik
- Untuk perawatan benih dan penyakit yang ditularkan melalui tanah:Karbendazim tetap menjadi pilihan yang dapat diandalkan.
- Untuk pengendalian sistemik penyakit daun: Karbendazim lebih disukai jika diizinkan.
Dengan memahami persamaan, perbedaan, dan peraturan benomil ke karbendazim, petani dan profesional pertanian dapat membuat pilihan yang tepat untuk pengelolaan penyakit yang efektif dan berkelanjutan. Selalu ikuti pedoman keselamatan dan menggunakan fungisida secara bertanggung jawab untuk meminimalkan dampak lingkungan dan perkembangan resistensi.
Hot Produk
Berita Hot
Berita yang direkomendasikan
FAQ (Pertanyaan Umum)








